Kajian
Bikin Belajar Selezat Coklat
Kajian Umum
Oleh Ina Sholihah   
Senin, 14 Juni 2010 22:46

 

     Tentu kita semua tahu bagaimana rasa coklat. Manis. Semua orang mengakui kalau coklat itu manis dan sebagian besar orang menyukai coklat. Nah, bagaimana jadinya kalau belajar yang biasanya identik dengan rasa ‘pahit’ ini dibuat selezat coklat? Memang, pada kenyataannya belajar itu tidak semanis coklat. Tapi tidak ada kata tidak mungkin kita mengubah belajar itu menjadi manis. Seperti judul buku karangan Fatan Fantastik, Bikin Belajar Selezat Coklat.

 

Ada dua hal yang harus kita yakini tentang ilmu. Yaitu;

  1. Ilmu itu milik Allah SWT.

Yang memberikan segala ilmu di dunia ini adalah Allah SWT. Allah memberikan ilmu itu sedikit demi sedikit. Jadi, kita belajar itu tidak dalam satu waktu sekaligus, tetapi bertahap.

  1. Allah SWT yang memberikan kecerdasan/ilmu kepada kita

Allah akan memberikan ilmu kepada kita dengan syarat takwa. Keyakinan harus kita charge terlebih dahulu. Hal ini terkait dalam rumusan yang diberikan Rasul, “Apa yang kamu pikirkan, itu yang akan Allah berikan”.

 

     Dalam menghadapi ujian, entah itu ujian akhir semester maupun ujian tertulis lainnya, sebenarnya soal ujian itu bisa kita prekdisikan. Ingat ada Allah dimanapun kita berada. Buat keyakinan diri kita bahwa tidak ada satupun yang tidak bisa kita selesaikan. Kalau kita yakin, Allah pasti akan membuka jalan kemudahan untuk kita.

Orang yang mendapat nilai A memang sejak awal dia berkeyakinan mendapat nilai A. sebaliknya, orang yang mendapat nilai C, memang sejak awal dia berkeyakinan mendapat nilai C. Kita tinggal memilih mana yang harus kita yakini, nilai baik atau buruk, karena itulah yang akan terjadi nantinya.

 

Cara belajar itu ada dua, yaitu;

  1. Mindset / kepercayaan pada Allah

Pebanyak ibadah kepada Allah. Tapi bukan berarti ibadah karena akan ujian. Kalau kita percaya dan dekat dengan Allah, maka Allah juga akan menolong kita. Kita harus yakin, kita bisa dan akan mendapatkan hasil yang terbaik. Apabila nilai kita jelek, hal itu tidak mengurangi keimanan kita. Allah menjadikan Sesuautu itu pasti ada hikmahnya.

  1. Belajarlah pada teknis-nya

Setelah kita yakin, kita harus tunjukan usaha kita, yakni belajar sungguh-sungguh disiplin ilmu yang kita tekuni. Belajarlah dengan gaya belajar yang paling menyenangkan untuk kita. Janganlah terlalu memaksakan kehendak. Kalau butuh refreshing, ya refreshing saja. Refreshing tidak harus piknik. Tapi kita bisa menonton tv atau jalan-jalan sebentar sekitar satu jam. Itu bisa membuat pikiran kita lebih fresh dan tidak jenuh.

 

Sumber : Klik UKI Jashtis bersama ust. Dwi Budi

Sabtu (5/6) pukul 13.00 di Masjid Kampus Amikom

By : eyna right

 
Pos Penanggulangan Bencana (P2B)
Kajian Muslimah
Oleh Ina Sholihah   
Senin, 07 Juni 2010 21:58

 

     Bicara mengenai Pos Penanggulangan bencana tentu mengingatkan kita pada Al-Quran Surat Ar-Rum ayat 41 yang artinya “telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagaian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali kejalan yang benar”.


     Secara teoritis, bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis (Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 24 Tahun 2007). Allah SWT menurunkan bencana tentunya ada hikmah dibaliknya.

 

     Penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang beresiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi.

Penanggulangan Bencana ada 2 macam/fungsi, yaitu:

  1. Manajemen Krisis

  2. Pengurangan/Peredaman Resiko

 

 
KaMus : Kesehatan Reproduksi
Oleh admin   
Selasa, 25 Mei 2010 00:22

Kajian Kemuslimahan

Sabtu, 22 Mei 2010

Pembicara : Dokter Bhety Fitria

      Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sejahtera sempurna dari fisik, mental dan sosial, bebas dari penyakit atau kelemahan, untuk semua aspek yang terkait dengan sistem, fungsi serta proses reproduksi. Ruang lingkupnya meliputi kemampuan untuk bereproduksi, keamanan reproduksi serta keberhasilan reproduksi. Salah satu modal reproduksi adalah hormon yaitu perantara sistem rapi dalam tubuh kita. Hormon ini berpengaruh dalam perkembangan organ reproduksi manusia. Perkembangan organ reproduksi berlangsung sejak usia kehamilan 8 minggu. Kemudian mengalami stagnasi pada usia 2 tahun hingga akhirnya mengalami masa puber. Rata-rata menarche usia 12,5 th sedangkan perkembangan pada laki-laki rata-rata usia 14,5 th.

 
KaUm : Tidak Ada Yang Sempurna
Kajian Umum
Oleh Rian   

  

 

   Pada hari sabtu, 22 mei 2010 kajian umum kali ini membahas dengan tema "Tidak Ada Yang Sempurna". Materi ini disampaikan oleh Ust. Muhammad Saman Firmansyah. Beberapa resume dalam kajian ini antara lain :

Letak kesempunaan manusia dibanadingkan dengan makhluk Allah yang lain itu ada 3, diantaranya pada:

  1. Akal

  2. Qolbu

  3. Jasad

 

     Yang membuat kita menjadi tidak sempurna adalah karena manusia tidak dapat menjaga ataupun tidak amanah dalam menjaga dirinya. Diantara amanah yang diberikan Allah kepada kita antara lain,

1. Akal yang tidak di isi dengan ilmu

2. Hati yang tidak digunakan untuk Dzikrullah

3. Jasmani yang sudah di berikan tidak disyukuri

 
KaUm : Mengaplikasikan Nilai-Nilai Islam Dalam Dunia Kerja
Kajian Umum
Oleh Rian   
Selasa, 18 Mei 2010 02:00

      Hari sabtu, 15 mai 2010 jam 13.00, KAUM kembali lagi dengan tema “Mengaplikasikan Nilai-Nilai Islam Dalam Dunia Kerja”. Kajian ini di isi oleh seorang Alumni Stimik Amikom yang telah senior serta begitu banyak pengalamannya. Beliau bernama Aa. Very Adi Setiawan.

 

     Dalam kajian ini, Aa. very lebih banyak sharing mengenai pengalamannya. Dimulai dari beliau ketika masih kuliah di Stimik Amikom Yogyakarta. Ketika itu, beliau memiliki sedikit teman, beliau berpikir jika saya begini terus, maka saya besok tidak akan punya relasi. Sejak hari itu, beliau mempunyai prinsip satu hari satu teman. Pertama yang beliau lakukan mengenal teman satu kelas, kemudian teman dari berbeda kelas sampai teman satu amikom dengan cara menjadi asistand dosen.

Disela pembicaraan, beliau memberikan gambaran serta pilihan setelah kita lulus dari Amikom.

  1. Menjadi seorang Employed yang bekerja pada pemerintahan

  2. Menjadi seorang Business Owner, menciptakan usaha sendiri

  3. Investor yang menanamkan saham pada suatu perusahaan

  4. Study lanjut meneruskan S-2

  5. Jadi Manten

 

     Suatu hari ada temen beliau menawarkan pekerjaan menjadi manajer top, beliau bekerja di warung makan yang karyawannya lebih dari 800 orang yang tersebar dibeberapa kota. Saat itu keadaan warung makan sangat lah kritis, banyak masalah yang terjaadi diantara kariawan, seperti gaduh serta berbuat yang tidak sesuai dengan syariat islam. Maka dalam keadaan yang seperti itu, beliau mengambil langkah serta strategi melalui pendekatan islam. Pertama dengan mengundang beberapa ustad dari berbagai daerah untuk memberikan pencerahan serta pengajaran kepada para karyawan, dengan mengajarka cara sholat serta cara baca al’quran. Sedikit demi sedikit keadaan warung makan mulai membaik, antar kariawan saling menghormati serta menjaga hubungan baik. Terjadi hubungan baik juga antara kariawan dengan atasan serta sebaliknya.

 

     Kajian ini hanya berlangsung selama satu jam. Karena jam 2 beliau harus meninggalkan maskam untuk melaksanakan kegiatan lain.

 

     Di akhir penutup beliau memberikan pertanyaan kepada para hadirin semua pengen jadi apakah temen – tement semua? Serta memberikan keyakina bahwa jika kita berusaha serius serta berlandasan dengan agama islam, insya bias. Kesuksesan yang sebenarnya adalah khusnul khotimah saat menghadapNya….

 

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Berita terbaru

KONTRIBUSI UMAT ISLAM DALAM DUNIA IT
02 September 2010
article thumbnail      Tidak dapat dipungkiri perkembangan teknologi sangat cepat dan mempunyai persaingan yang ketat. Sama halnya dalam dunia internet, kita umat Islam masih sangat terbelakang...
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday122
mod_vvisit_counterYesterday174
mod_vvisit_counterThis week627
mod_vvisit_counterLast week1502
mod_vvisit_counterThis month1432
mod_vvisit_counterLast month6334
mod_vvisit_counterAll days30495

We have: 1 guests online
Today: 08 Sep, 2010