Siroh
Abu Ubaidah bin Jarrah : “Orang Kepercayaan Umat”
Siroh
Oleh Ina Sholihah Widiati   
Sabtu, 21 Agustus 2010 23:54

 

Dialah Abu Ubaidah, orang yang disabdakan Rasulullah, “Setiap umat memiliki orang kepercayaan. Dan orang kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah bin Jarrah”

Dialah orang yang diutus oleh Rasulullah pada perang Dzatus-Salasil untuk membantu Amr bin Ash dan dijadikan komandan pasukan. Saat itu, Abu Bakar dan Umar sebagai prajurit.

Dialah generasi sahabat yang pertama kali dijuluki panglima besar. Perawakannya tinggi, badannya kurus, wajahnya berurat, berjenggot tipis dan sedikit ompong karena dua gigi depannya patah. Dialah orang yang memiliki banyak kemampuan dan dapat dipercaya. Umar bin Khaththab, pada detik-detik terakhir hidupnya, pernah berkata, “Seandainya Abu Ubaidah bin Jarrah masih hidup, aku akan mengangkatnya sebagai penggantiku. Jika nanti Allah menanyakannya, aku akan menjawab, ‘Aku mengangkat orang kepercayaan Allah dan kepercayaan Rasul-Nya’.”


     Dialah Abu Ubaidah (Amir bin Abdullah) bin Jarrah. Abu Ubaidah masuk Islam melalui dakwah Abu Bakar ash-Shiddiq, di hari-hari pertama perjalanan agama Islam, sebelum Rasulullah melakukan dakwah di rumah Arqam. Ia ikut hijrah ke Habasyah pada gelombang kedua. Kemudian pulang dari Habasyah untuk bergabung bersama Rasulullah di Perang Badar, Uhud dan peperangan lainnya.

     Setelah Rasulullah meninggal, ia setia mendampingi Khalifah Abu Bakar, lalu Khalifah Umar. Ia sama sekali tidak peduli pada urusan duniawi. Takwa, amanah, tegar dan zuhud adalah prinsip hidupnya.

Sejak mengucapkan sumpah setia kepada Rasulullah untuk membaktikan hidupnya di jalan Allah, ia sudah siap berkorban apa saja untuk Allah.

     Sejak saat itu, ia meyakini bahwa seluruh hidupnya adalah titipan Allah yang harus dipergunakan untuk mencari ridha-Nya. Ia tidak pernah menggunakan hidupnya untuk mencari keuntungan pribadi atau memenuhi kepentingan sendiri. Keinginan atau kebencian apa pun tidak bisa memalingkan hidupnya dari jalan Allah.

Abu Ubaidah menepati janjinya kepada Rasulullah. Para sahabat yang lain juga menepati janji mereka kepada Rasulullah. Namun, Rasulullah melihat adanya sifat dan perilaku Abu Ubaidah yang istimewa sehingga ia layak mendapat julukan yang disabdakan Rasulullah, “Orang kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah bin Jarrah”.

@@@

 

     Rasa tanggung jawab terhadap tugas adalah sifat utama Abu Ubaidah. Pada Perang Uhud, misalnya, ia merasakan keinginan kuat pasukan musuh membunuh Rasulullah. Karena itu, ia putuskan untuk selalu berada di dekat Rasulullah.

     Ia tebaskan pedangnya ke setiap tentara musuh yang berusaha memadamkan cahaya Allah. jika kondisi pertempuran memaksanya menjauh dari posisi Rasulullah, maka sorot matanya senantiasa tertuju kepada Rasulullah dengan perasaan cemas.

     Jika dilihatnya ada bahaya yang mendekati Rasulullah, ia bagai disentakkan dari tempatnya lalu melompat menerkam musuh-musuh Allah, dan menghalau mereka sebelum sempat mencederai beliau.

     Suatu ketika, saat pertempuran berkecamuk dengan hebatnya, ia terpisah dari Nabi karena terkepung oleh tentara musuh. Namun seperti biasa, kedua matanya bagai mata elang mengintai keadaan sekitarnya. Hampir saja ia gelap mata ketika melihat sebuah anak panah meluncur dari tangan seorang tentara musyrik mengenai Nabi. Ia tebaskan pedangnya ke kanan dan ke kiri dengan cepat, bak seratus pedang berkelebatan mengobrak-abrik orang-orang yang mengepungnya. Mereka kocar-kacir. Dengan cepat, Abu Ubaidah melompat ke arah Rasulullah.

      Ia mendapati darah mengalir dari wajah beliau. Beliau mengusapnya dengan tangan kanan, dan bersabda , “Bagaimana mungkin bahagia suatu kaum yang mengotori wajah Nabi mereka, padahal Nabi itu menyeru mereka untuk menyembah Tuhan mereka?!”

     Abu Ubaidah melihat dua buah mata rantai penutup kepala Rasulullah menancap di kedua pipinya. Abu Ubaidah tidak menahan diri. Ia segera menggigit satu mata rantai itu lalu menariknya dengan kuat dari pipi Rasulullah hingga tercabut keluar. Bersamaan dengan itu, satu gigi depan Abu Ubaidah juga lepas. Ia manarik mata rantai yang kedua hingga tercabut dari pipi Rasulullah, dan gigi depan Abu Ubaidah yang satunya pun tercabut.

     Marilah kita dengarkan kisah ini dari Abu Bakar, “Pada Perang Uhud, Rasulullah saw terluka. Dua buah mata rantai penutup kepalanya masuk ke kedua pipi beliau bagian atas. Aku berlari ke arah Rasulullah. Kulihat dari arah timur ada seorang laki-laki seperti terbang menuju ke arah beliau. Aku bergumam, ‘mudah-mudahan itu pertolongan,’ Ketika kami sampai didekat Rasulullah, ternyata laki-laki itu adalah Abu Ubaidah. Ia datang lebih cepat dariku. Ia berkata kepadaku,’Dengan nama Allah, biarkan aku yang menolong Rasulullah. Biarkan aku mencabut mata rantai itu dari pipi beliau,’.

     Aku setuju. Abu Ubaidah mencabut mata rantai itu dengan giginya. Mata rantai itu pun berhasil ia keluarkan dari pipi Rasulullah, namun bersamaan dengan itu, satu gigi depannya pun tanggal. Ia mencabut mata rantai berikutnya, dan ia berhasil mengeluarkannya dari pipi Rasulullah, namun bersamaan dengan itu, gigi depannya yang lain juga tanggal. Abu Ubaidah kehilangan dua giginya,”

@@@

 

     Seiring dengan semakin beratnya tanggung jawab para sahabat, Abu Ubaidah semakin mantap di jalan kejujuran dan tanggung jawabnya.

     Pernah ia diutus oleh Rasulullah untuk memimpin pasukan berjumlah kurang lebih 315 tentara dalam misi Perang Khabat. Bekal yang mereka miliki hanya sekeranjang korma. Padahal tugasnya sangat berat dan perjalanan yang harus ditempuh juga sangat jauh. Abu Ubaidah menerima tugas itu dengan senang dan ikhlas. Rombongan pun berangkat. Dalam sehari, setiap prajurit mendapat jatah bekal segenggam korma. Bahkan ketika perbekalan sudah sangat menipis, mereka kebagian jatah bekal satu korma per hari. Setelah persediaan korma sudah habis, mereka mencari daun tanaman Khabat, lalu ditumbuk dan diminum airnya.

     Ya…, mereka tidak lagi peduli dengan rasa lapar. Yang ada di pikiran mereka adalah menyelesaikan tugas bersama pemimpin mereka yang telah dipilih Rasulullah.

@@@

 

     Rasulullah sangat sayang dan percaya kepada Abu Ubaidah. Ketika rombongan utusan Najran dari Yaman datang ke Madinah menyatakan keislaman mereka, meminta agar ada guru yang dikirim bersama mereka untuk mengajarkan Al-Quran, As-Sunah dan ajaran Islam, Rasulullah berkata kepada mereka,

Baiklah, aku akan mengirim bersama kalian orang yang terpercaya. Dia benar-benar terpercaya,”

     Mendengar sabda Rasulullah ini, setiap orang dari para sahabat berharap agar dia-lah yang menjadi orang itu, karena mendapat kesaksian sangat mulia.

     Umar bin Khaththab berkata,”Aku sama sekali tidak suka jabatan. Namun kali ini aku menginginkannya, karena aku ingin mendapatkan kesaksian itu. Aku berangkat shalat zuhur di awal waktu. Setelah shalat berjamaah selesai, Rasulullah mengucapkan salam, melihat ke kanan dan ke kiri. Aku tampakkan kepalaku agar dilihat Rasulullah. Beliau terus mencari-cari hingga melihat Abu Ubaidah. Beliau memanggilnya, lalu bersabda, ‘Pergilah bersama mereka. Putuskan perkara mereka dengan kebenaran.’ Maka, Abu Ubaidah berangkat mengemban tugas itu,”

     Ini bukan berarti hanya Abu Ubaidah yang dipercaya oleh Rasulullah di antara sahabat-sahabat yang lain. Sekali lagi, tidak! Peristiwa ini menunjukkan bahwa Abu Ubaidah termasuk satu diantara orang-orang yang mendapatkan kepercayaan dan penghormatan itu. Selai itu, dialah satu diantara mereka atau satu-satunya orang yang mendapatkan kepercayaan dan penghormatan itu. Selain itu, dialah satu dari mereka atau satu-satunya orang yang saat itu, menurut perhitungan kepentingan dakwah, bisa meninggalkan Madinah, dan mengemban tugas yang sesuai dengan kemampuannya.

@@@

 

     Suatu hari, di kota Madinah, ketika Khalifah Umar sedang menyelesaikan permasalahan dunia Islam yang semakin luas, seorang utusan datang mengabarkan kematian Abu Ubaidah.

     Umar memejamkan mata menahan air mata yang sudah memenuhi pelupuk mata. Namun air mata yang semakin banyak itu tidak kuasa dibendung. Kedua matanya terbuka dan mengalirlah air denga deras. Ia memohonkan rahmat bagi sahabatnya itu. Semua kenangan manis besama almarhum terlintas di benaknya. Kata-kata yang sering ia ucapkan kembali ia ucapkan, “Seandainya aku bercita-cita, maka cita-citaku hanyalah memiliki sebuah rumah yang dipenuhi kaum laki-laki seperti Abu Ubaidah.

     Orang kepercayaan umat ini meninggal dunia di wilayah yang sudah ia bersihkan dari keberhalaan Persia dan penindasan Romawi. Di sanalah, di tanah Yordania, jasad mulia ini itu bersemayam. Jasad yang dulu dihuni oleh suci dan jiwa yang tenteram.

@@@

Sumber : Khalid, Khalid Muhammad.60 Sirah Sahabat Rasulullah SAW.2009.Jakarta:Al-I’tishom Cahaya Umat

 

 
KHABBAB BIN ARATS : GURU BESAR DALAM BERQURBAN
Siroh
Oleh Septi Rianto   
Senin, 16 Agustus 2010 02:30

     Serombongan Quraisy mempercepat langkah mereka menuju rumah Khabbab, dengan maksud hendak mengambil pedang-pedang pesanan mereka. Memang Khabbab seorang yang ahli pandai besi yang dijualnya kepada penduduk Mekah.

     Berbeda dengan biasanya, Khabbab yang hampir tidak pernah meninggalkan rumah dan pekerjaannya, ketika ia tidak dijumpai oleh rombongan Quraisy tadi dirumahnya, mereka pun duduk menunggu dirumahnya. Beberapa lama kemudian, datanglah Khabbab dengan wajah terlukis penuh tanda tanya dan pada kedua matanya tergenang air mata sukacita.

Mereka segera menanyakan kepada Khabbab:

sudah selesaikah pedang-pedang kami itu hai Khabbab?”

Ia menjawab seolah-olah berbicara dengan dirinya:

sungguh, keadaan sangat menakjubkan!”

     Mereka saling pandang dan diliputi tanda tanya dan keheranan. Maka dalam keadaan masih terharu dan terpesona, serta kegembiraan jiwa dan kepuasan, disampaikanlah jawabannya:

Benar, saya telah melihat dan mendengar. Saya saksikan kebenaran dari padanya, dan cahaya bersinar-sinar dari tutur katanya”.

Salah seorang dari Quraisy berseru

Siapa dia orang yang kau katakan itu, hai budak Ummi Anmar ?”

Dengan ketenangan, Khabbab pun menjawab:

siapa lagi hai Arab sahabatku, siapalagi yang dari kaum anda terpancar kebenaran, dan dari tutur katanya bersinar-sinar cahaya selain ia seorang?”

Seorang lain yang bangkit mendengar itu beseru pula

rupanya yang kamu maksudkan ialah Muhammad”

 
‘UBADAH BIN SHAMIT : Tokoh yang gigih menentang penyelewengan
Siroh
Oleh Septi Rianto   
Selasa, 03 Agustus 2010 00:58
    
      Ubadah bin Shamit merupakan salah seorang tokoh Anshar. Mengenai kaum Anshar, Rasulullah pernah bersabda:

Sekiranya orang-orang Anshar menuruni lembah atau celah bukit pasti aku akan mendatangi lembah dan celah bukit orang-orang Anshar dan kalau bukanlah karena Hijrah, tentulah aku akan menjadi salah seorang warga Anshar”.


     Dan disamping ia seorang warga kaum Anshar, Ubadah bin Shamit merupakan salah seorang pemimpin mereka yang dipilih oleh Rasulullah. Sebagai utusan yang mewakili kaum kerabat dan keluarga mereka.

     Semenjak ia menyatakan Allah dan Rosul sebagai pilihannya, maka dipikulnya segala tanggung jawab akibat pilihannya itu dengan sebaik-baiknya. Segala cinta kasih dan ketaatannya hanya tertumpah kepada Allah, dan segala hubungan baik dengan kaum kerabat, dengan sekutu-sekutu maupun musuh-musuhnya, hanya sesuai dan menurut pola yang dibentuk oleh keimanan dan norma-norma yang dikehendaki oleh keimanan ini.

 

     Sejak dulu, keluarga Ubadah telah terikat dengan suatu perjanjian dengan orang-orang Yahudi suku Qainuqa’ di Madinah. Ketika Rasulullah bersama para sahabat berhijrah ke kota ini, orang-orang Yahudi memperlihatkan sikap damai dan bersahabatan terhadapnya. Tetapi pada hari-hari yang mengiringi perang Badar dan mendahului perang Uhud, orang-orang Yahudi di Madinah mulai memperlihatkan belangnya. Salah satu kabilah mereka yaitu bani Qainuqa’ membuat ulah untuk menimbulkan fitnah dan keributan di kalangan Kaum Muslim.

 

 
AMMAR BIN YASIR : SEORANG TOKOH PENGHUNI SURGA
Siroh
Oleh Rian   
Selasa, 27 Juli 2010 06:11


      Seandainya ada orang yang dilahirkan di surga, lalu dibesarkan dalam haribaanya dan jadi dewasa, kemudian dibawa kedunia untuk menjadi hiasan dan nur cahaya, maka ‘Ammar bersama ibunya Sumayyah dan bapaknya Yasir, adalah beberapa orang di antara mereka. Sebagaimana sabda Rasulullah, “sabar wahai keluarga Yasir, tempat yang telah dijanjikan bagi kalian adalah surga.”
Yasin bin ‘ Amir yakni ayahanda ‘ Ammar, berangkat meninggalkan negerinya guna menemui salah seorang saudaranya. Rupanya ia berkenan dan merasa cocok tinggal di Mekkah. Bermukim lah ia disana dan mengikat perjanjian persahabatan dengan Abu Hudzaifah ibnul Mughinah.

     Abu Hudzaifah mengawinkannya dengan salah seorang sahayanya bernama Sumayyah binti Khayyath, dan dari perkawinan yang penuh berkah ini, kedua suami istri itu dikaruniai seorang putra bernama ‘Ammar.

 
Abdullah Bin Mas’ud : Orang Pertama yang Mengumandangkan Alquran dengan Suara Merdu
Siroh
Oleh admin   
Senin, 21 Juni 2010 22:17

     Ia berasal dari keluarga yang miskin, buruh upahan, kurus serta hina. Ia biasa dipanggil dengan sebutan Ibnu Mas’ud. Awal bertemu Rasulullah SAW ketika ia menggembala kambing kepunyaan ‘Uqbah Bin Mu’aith’. Nabi Muhammad SAW disertai Abu Bakar datang dan bertanya, “ Hai nak, apakah kamu punya satu susu untuk minuman kami?

“ Aku orang kepercayaan” jawab Ibnu Mas’ud, “dan tak dapat memberi anda minum”.

Nabi kemudian berkata ”apakah kamu punya kambing betina mandul yang belum pernah dikawini oleh yang jantan?”

“Ada “ jawab Ibnu Mas’ud. Maka Ibnu Mas’ud membawa kambing itu kepada Rasulullah. Oleh Rasulullah, kambing itu diikat kakinya dan disapu susunya sambil memohon kepada Allah. Tiba-tiba susu itu berair banyak.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Berita terbaru

KONTRIBUSI UMAT ISLAM DALAM DUNIA IT
02 September 2010
article thumbnail      Tidak dapat dipungkiri perkembangan teknologi sangat cepat dan mempunyai persaingan yang ketat. Sama halnya dalam dunia internet, kita umat Islam masih sangat terbelakang...
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday123
mod_vvisit_counterYesterday174
mod_vvisit_counterThis week628
mod_vvisit_counterLast week1502
mod_vvisit_counterThis month1433
mod_vvisit_counterLast month6334
mod_vvisit_counterAll days30496

We have: 1 guests, 1 bots online
Today: 08 Sep, 2010