Keistimewaan Al-Qur’an


Dari Abu Ummah RA, dia berkata, aku pernah mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda: “Bacalah Al-Qur’an karena pada hari kiamat, ia akan datang dengan memberi syafaat kepada pemilik (pembacanya),al-hadist.”(HR.Muslim)
Dari hadits di atas maka bisa kita simpulkan bahwa Al-Qur’an nanti  dihari kiamat akan menjadi penolong bagi orang-orang yang membaca, mempelajari maupun bagi yang menghafalnya.
Nah, gimana dengan Al-Qur’an kamu? Apakah masih tersimpan rapi di lemari buku atau sudah berdebu? Na’udzubillahimindzalik, semoga kita bukan tergolong orang-orang lalai tersebut.
Menurut penelitian Dr. Al Qadhi, di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, seorang muslim dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.
Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak sembarangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap listrik.
Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan. Bacaan Al-Qur’an berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Dengan begitu, kamu harus rajin membaca Al-Qur’an agar hati senantiasa lebih bahagia, damai, dan mudah mengendalikan emosi. Dengan kamu lebih tenang dan tidak mudah stres, otomatis penyakit-penyakit yang ditimbulkan seperti jerawat, keriput, juga akan lebih diminimalisir.
Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan. Sedang satu kebaikan, dilipatgandakan sepuluh kalinya. Dan tidaklah aku mengucapkan Alif Laam Miim itu, satu huruf, tetapi aku mengatakan Alif, satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf juga.”(HR.Tirmidzi)
Apa saja sih kewajban kita seorang muslim terhadap Al-Qur’an?
  1. Membacanya setiap hari  dengan menggunakan cara baca yang baik (tartil).
  2. Berusaha agar dapat menikmati dan terkesan dengan Al-Qur’an.
  3. Merenungkan setiap makna yang ada dalam ayat-ayat Al-Qur’an.
  4. Menghafalnya dan menjaganya (hafalannya).
  5. Mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya.
Rasulullah bersabda: “Perumpamaan orang beriman yang membaca Alquran seperti buah utrujah; aromanya wangi dan rasanya lezat, perumpamaan orang beriman yang tidak membaca Alquran itu seperti kurma; tidak beraroma tapi rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Alquran itu seperti buah raihanah, aromanya wangi tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Alquran seperti buah handhalah (semacam labu) ; tidak beraroma dan rasanya pahit.” (HR Bukhari dan Muslim).
Kaum muslim yang sudah menghafal Al-Qur’an tentu saja telah diberikan anugerah berupa ilmu. Bahkan karena hal tersebut para penghafal Al-Qur’an telah dianggap sebagai keluarga Allah di bumi. Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah SAW. 
Dalam sebuah hadist disebutkan; “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia..." Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “yaitu ahli Qur’an (orang yang membaca atau menghafal Qur'an dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR. Ahmad)
Apalagi yang kamu tunggu? Hadiah terbesar dari Allah sudah lama menunggumu untuk kamu amalkan..

Source-image:
- http://islamidia.com/wp-content/uploads/2016/06/4-Tingkatan-Nama-Manusia-yang-Dijelaskan-Dalam-al-Quran.jpg

0 comments:

Post a Comment