Ayat-ayat Al – Qur’an dan Hadits tentang HAM Serta Perbedaan Konsep Antara HAM Dalam Islam Dengan HAM dalam Universal Declaration of Human Right


HAM sebenarnya telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an yang isinya lebih memanusiakan manusia dari pada HAM yang dibuat manusia melalui Universal Declaration of Human Right oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Namun, HAM yang kita kenal/tahu/ngerti/paham sekarang-sekarang ini lebih condong pada pemuasan hak-hak pribadi manusia/kelompok/golongan itu sendiri tanpa memperhatikan hak-hak orang lain. Kita telah tahu dalam kasus LGBT. Bagaimana kelompok ini begitu ngotot mempromosikan/mengenalkan kepada masyarakat agar diakui keberadaannya. Mereka memperjuangkan itu dengan bantuan Aktivis HAM padahal banyak masyarakat yang menentang kelompok ini. Miris untuk kelompok ini dan Aktivis HAM. Kelompok ini adalah kelompok yang mengalami kelainan seks, sedangkan Aktivis HAM yang membelanya bahkan mengesahkannya mengalami kelainan otak. Mungkin keduanya tidak salah dalam mempraktikan HAM yang kita kenal selama ini. Apa itu dari HAM dalam Islam? Pasti tidak mungkin. Kalau begitu, tidak lain tidak salah HAM yang dipraktikan oleh keduanya merupakan HAM yang dibuat manusia melalui Universal Declaration of Human Right oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Apakah benar? Lebih detailnya di bawah ini.

Ayat-ayat Al – Qur’an yang menunjukkan adanya HAM
1.    Dalam Al-Qur’an terdapat 80 ayat tentang hidup, pemeliharaan hidup dan penyediaan sarana kehidupan, misal salah satunya dalam surat Al-Maidah ayat 32.
Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.
2.    Al-Qur’an juga menjelaskan 150 ayat tentang ciptaan dan makhluk-makhluk serta tentang persamaan dalam penciptaan, misal salah satunya dalam surat Al-Hujarat ayat 13.
Wahai manusia! Sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.
3.    Al-Qur’an telah mengetengahkan sikap menentang kezaliman dan orang-orang yang berbuat zalim dalam sekitar 320 ayat dan memerintahkan berbuat adil dalam 50 ayat yang diungkapkan dengan kata: adl, qisth dan qishsh.
4.    Dalam Al-Qur’an terdapat sekitar 10 ayat yang berbicara mengenai larangan memaksa untuk menjamin kebebasan berfikir, berkeyakinan dan mengutarakan aspirasi, misal salah satunya yang ditemukan dalam surat Al-Kahfi ayat 29.
Dan katakanlah (Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barang siapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barang siapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir.” Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah, (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.
5.    Ayat-ayat lain yang menunjukkan penghormatan HAM dalam ajaran Islam antara lain:
a.    Hak Persamaan dan Kebebasan
·      QS. Al-Isra: 70
Dan sungguh Kami telah memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.
·      QS. An-Nisa: 58, 105, 107, 135
Sungguh Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (58)
Sungguh Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah) karena (membela) orang yang berkhianat.” (105)
Dan janganlah kamu berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang selalu berkhianat dan bergelimang dosa.” (107)
Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu-bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya atau pun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.” (135)
·      QS. Al-Mumtahanah: 8
Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”
b.    Hak Hidup
·      QS. Al-Maidah: 45
Kami telah menetapkan bagi mereka di dalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka dengan luka (pun) ada qisas-nya (balasan yang sama). Barang siapa melepaskan (hak qisas)-nya, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim.”
·      QS. Al-Isra: 33
Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan sesuatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sungguh Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan.”
c.    Hak Perlindungan Diri
·      QS. Al-Balad: 12-17
Dan tahukah dirimu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? (Yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya), atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir. Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.”
·      QS. At-Taubah: 6
Dan jika di antara kaum musyrikin ada yang meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah agar dia dapat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui.”
d.    Hak Kehormatan Pribadi
·      QS. At-Taubah: 6
e.    Hak Keluarga
·      QS. Al-Baqarah: 221
Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik sebelum mereka beriman. Sungguh hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.”
·      QS. Ar-Rum: 21
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran-Nya) ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
·      QS. An-Nisa: 1
Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”
·      QS. At-Tahrim: 6
Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
f.     Hak Kesetaraan Wanita dan Pria
·      QS. Al-Baqarah: 228
Dan para istri yang diceraikan (wajib) menahan diri mereka (menunggu) tiga kali quru’. Tidak boleh bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan para suami mereka lebih berhak kembali kepada mereka dalam (masa) itu jika mereka  menghendaki perbaikan. Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.”
·      QS. Al-Hujarat: 13
Wahai manusia! Sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang paling mulia di sisi kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”
g.    Hak Anak dari Orang Tua
·      QS. Al-Baqarah: 233
Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian-pakaian mereka dengan cara yan patut. Sementara tidak dibebani lebi dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anak-anaknya dan janganlah seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
·      QS. Al-Isra: 23-24
Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentuk keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku!” Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”
h.    Hak Mendapat Pendidikan
·      QS. At-Taubah: 122
Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali agar mereka dapat menjaga dirinya.”
·      QS. Al-Alaq: 1-5
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
i.      Hak Kebebasan Beragama
·      QS. Al-Kafirun: 1-6
Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku agamaku”.”
·      QS. Al-Baqarah: 136
Katakanlah, “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’kub, dan anak cucunya dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami berserah diri kepada-Nya”.”
·      QS. Al-Kahfi: 29
Dan katakanlah (Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barang siapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barang siapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir.” Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah, (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.
j.      Hak Kebebasan Mencari Suaka
·      QS. An-Nisa: 97
Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi diri sendiri, mereka (para malaikat) bertanya, “Bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab, “Kami orang-orang yang tertindas di bumi (Mekkah).” Mereka (para malaikat) bertanya, “Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat berhijrah (berpindah-pindah) di bumi itu?” Maka orang-orang itu tempatnya di neraka Jahanam dan (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali.”
·      QS. Al-Mumtahanah: 9
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusirmu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang yang zalim.”
k.    Hak Memperoleh Pekerjaan
·      QS. At-Taubah: 105
Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.”
·      QS. Al-Baqarah: 286
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”.”
·      QS. Al-Mulk: 15
Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”
l.      Hak Memperoleh Perlakuan yang Sama
·      QS. Al-Baqarah: 275-278
Orang-orang yang memakan riba ridak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual-beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah, Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa. Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhan-nya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang yang beriman. Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan).”
·      QS. An-Nisa: 161
dan karena mereka menjalankan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya dan karena mereka memakan harta orang dengan cara tidak sah (batil). Dan kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih.”
·      QS. Ali Imran: 130
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”
m. Hak Kepemilikan
·      QS. Al-Baqarah: 29
Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia menuju Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”
·      QS. An-Nisa: 29
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.”
n.    Hak Tahanan
·      QS. Al-Mumtahanah: 8
Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”

Hadits yang Menunjukkan Adanya HAM:
Hak asasi manusia dalam kitab-kitab hadits shahih, hasan, dan musnad-musnad, tidak hanya satu bentuk, di antaranya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam khutbah haji Wada’:Sesungguhnya darah kalian, harta-harta kalian, dan kehormatan-kehormatan kalian itu haram/ mulia-dilindungi atas kalian seperti haramnya/ mulianya-dilindunginya hari kalian ini di bulan kalian ini di negeri kalian ini. (Tafsir Ibnu Katsir juz 4 hal 215, Shahih Al-Bukhari no 105, dan Shahih Muslim no 1218).

Perbedaan Konsep Antara HAM Dalam Islam Dengan HAM Universal Declaration of Human Right

HAM ISLAM
HAM UDHR
  1.  Bersumber pada ajaran Al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhamad SAW
  2.  Bersifat Theocentris
  3. Keseimbangan antara hak dan kewajiban
  4. Kepentingan sosial lebih diutamakan
  5.  Manusia sebagai makhluk yang dititipi hak-hak dasar oleh Tuhan. Oleh karena itu wajib mensyukuri dan memeliharanya

  1. Bersumber pada pemikiran filosofis semata
  2. Bersifat Antrophocentris
  3. Lebih mementingkan hak dari pada kewajiban
  4. Lebih bersifat individualistik
  5. Manusia sebagai pemilik sepenuhnya hak-hak dasar


Penjelasannya:

HAM ISLAM
  1. Bersumber pada ajaran Al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad
         Sumber yang sudah dipastikan kebenarannya. Ini sudah dijelaskan di atas.
  2. Bersifat Theocentris
         Hak-hak dasar manusia sebagai anugerah yang diberikan Allah SWT.
  3. Keseimbangan antara hak dan kewajiban
         Dengan petunjuk yang diberikan oleh Allah dan Nabi-Nya pasti memberikan keseimbangan baik dalam perbedaan maupun persamaan sehingga tidak muncul sikap egois masing-masing manusia.
  4. Kepentingan sosial lebih diutamakanKarena kita manusia disebut makhluk sosial, Islam menjadikan HAM fleksibel, tegas, dan mengikat yang sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah Nabi.
  5.  Manusia sebagai makhluk yang dititipi hak-hak dasar oleh Tuhan. Oleh karena itu wajib menyukuri dan memeliharanya
          Wajar kita diperintah menjaga amanah ini karena manusia hanyalah makhluk ciptaan-Nya untuk menciptakan keseimbangan antara hak dan kewajiban di muka bumi ini. 
HAM UDHR (Universal Declaration of Human Right)
  1.  Bersumber pada pemikiran filosofis semata
    Ide mengenai HAM timbul di dataran Eropa pada abad ke 17 dan 18 sebagai reaksi atas feodalisme kaum bangsawan dan kekuasaan raja-raja yang absolute serta lalim terhadap rakyat dan masyarakat lapisan bawah. Sebagai reaksi atas kesewenang wenangan tersebut munculah ide tentang penegakan hak asasi manusia bahwa setiap manusia sama. Sejak saat itu usaha-usaha untuk menegakan hak asasi manusia terus berlangsung. Keberhasilan dari ikhtiar tersebut dengan dikeluarkanya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Right) pada tahun 1948 oleh Perserikatan Bangsa Bangsa.
  2. Bersifat Antrophocentris
         Kedaulatan mutlak adalah milik manusia, tidak ada pihak lain yang lebih berdaulat dari manusia.
  3.  Lebih mementingkan hak dari pada kewajiban
         Dengan konsep seperti ini, manusia akan menunjukkan sikap kesewenang-wenangan.
  4.  Lebih bersifat individualistAkan memunculkan sikap egois
  5. Manusia sebagai pemilik sepenuhnya hak-hak dasar
    Dengan begitu, manusia akan berlaku semau gue tanpa mempedulikkan yang lainnya.

0 comments:

Post a Comment