Jangan Pentingkan Logika Kita Dulu!

Kebanyakan di zaman modern ini, manusia dalam segala tindakannya akan mendahulukan logika. Emang bener sih semuanya harus dipikir matangmatang sebelum melakukan tancap gas mengambil keputusan. Bisa-bisa, kalau nggak dipikir matang-matang bisa berantakan deh urusan. Nah, yang jadi pertanyaan, bisa nggak segala urusan dunia ini diselesaikan hanya dengan logika manusia? Mungkin kalau pertanyaan ini saya berikan kepada orang atheis, mungkin dia akan menjawab “oh pasti bisa. Kan dunia ini datang dengan sendirinya, apalagi urusan dunia ini diselesaikan dengan logika manusia. Pasti bisa”. Kalau memang ada orang yang kayak gini, saya bilang nih orang paling sombong. Kemudian, kalau pertanyaan ini saya berikan kepada orang yang beraliran liberalisme, kapitalisme, dan pluralisme, mungkin dia akan menjawab “Kalau nyelesain urusan dunia sih bukan masalah yang disangkut pautkan dengan agama. Kita selesaikan saja ini dengan logika kita”. Kalau memang ada orang yang kayak gini, saya bilang nih orang sombong tingkat kedua setelah orang atheis. Kemudian satu lagi, kalau pertanyaan ini saya berikan kepada orang yang beragama, mungkin dia akan menjawab “Tidak bisa karena sesungguhnya logika kita tidak akan sampai mencapai memecahkan masalah dunia ini malah yang ada akan menambah masalah dunia ini. Yang bisa memecahkan masalah dunia ini adalah yang memiliki dunia ini, yaitu Allah”. Nah, yang ini nih, satu lagi ya? Hehe... Kalau pertanyaan ini saya berikan kepada Anda, para pembaca, apa yang akan Anda jawab?
logika
Jangan Pentingkan Logika Kita Dulu!
Setahu saya, bukannya dalam melakukan segala tindakan, kita (orang Islam) mendahulukan sesuatu yang kalau kita logikakan itu nggak sampai. Maksudnya Rabb kita, yaitu Allah. Coba saja bayangkan Allah itu seperti apa? Hmmm, Allah itu seperti apa ya? Kita tidak bisa membayangkan Rabb kita dengan ukuran kita.
Jika kita membayangkan Rabb kita dengan ukuran kita, takutnya nanti kita akan jatuh dalam suatu dosa. Kita diperintahkan untuk menyembah-Nya tanpa suatu perantara. Jadi, kita harus yakin dan percaya bahwa Allah itu berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya. Kalau bagian ini sih, saya nggk bisa njelasin terlalu dalam. Ilmu saya masih kurang banget. Alangkah baiknya, Anda tanyakan ini kepada ahli ilmu tauhid.
Kita tahu bahwa kita adalah orang muslim. Kita tahu bahwa kita memiliki dua buah pedoman hidup yang bila kita amalkan akan menjadikan kita pribadi muslim yang luar biasa hebat. Padahal ada sebagian isi dua pedoman tersebut bila kita logikan dengan logika kita sebagai manusia, kita akan merasa tidak percaya bahwa itu benar. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Al Qur’an itu turun bukan untuk menyusahkan manusia dan Hadits Nabi sebagai penjelas dari Al Qur’an karena sesungguhnya perilaku Nabi adalah Al Qur’an. Nah, berarti, isi Al Qur’an itu sesuai dengan fitrah kita. Maksudnya, sesuai dengan apa yang dibutuhkan fitrah kita. Nah, Nabi aja bisa mentadaburi atau menerapkan isi Al Qur’an, masa kita yang merupakan satu unsur ciptaan dengan Nabi, yaitu tanah nggak bisa. Memang bukan perkara mudah mentadaburi isi Al Qur’an walaupun kita berada di zaman yang serba canggih ini. Kita harus tahu bahwa zaman canggih mengharuskan kita untuk apa? Mengharuskan untuk berbuat kebaikan atau keburukan? Atau malah berjalan seiringingan. Tentunya, kita ingin mengharuskan berbuat baik atau amal makruf nahyi munkar.
Janganlah jadi manusia nafsu, yang segala permasalahannya diselesaiin dengan emosi walaupun solusi yang dihasilkan itu adalah sesuatu yang benar. Janganlah jadi manusia akal, yang segala permasalahannya diselesaiin dengan hanya logika kita walaupun solusi yang dihasilkan itu adalah sesuatu yang benar. Namun, jadilah manusia hati, yang segala permasalahannya diselesaikan dengan petunjuk Allah. Kalau manusia di dunia ini adalah manusia hati, sudah semestinya tidak ada manusia yang rakus, sombong, khianat, pembohong, penjilat, munafik, kafir, dan sebagainya. Jadi, janganlah pentingkan logika kita dulu.
Wallahu a’lam bish-shawabi.

By: Mukhammad Reza Prasetiyo

0 comments:

Post a Comment