Jomblo   : Gak enak ya hidup sendirian alias ngejomblo!
Sholih     : Gak juga, menurut ane enak banget!
Jomblo   : Kok bisa, apa enaknya?
Sholih     : Enaknya... tidak ada yang mengganggu kesendirian kita.
Jomblo   : Kok bisa? Siapa yang ganggu?
Sholih     : Pacar kita lha....
Jomblo   : Kok bisa? Apanya yang keganggu?
Sholih     : Waktu untuk berduaan dengan Allah.
Jomblo   : Oooh gitu, kalo begitu gak usah menikah?
Sholih     : Kok gitu? Menikahlah!
Jomblo   : Kalo dah menikah, apa waktu kita bersama Allah bisa keganggu ama pasangan kita?
Sholih     : Kok gitu? Ya enggaklah!
Jomblo   : Lha kok bisa?
Sholih     : Kok bisa? Ya bisalah! Kalo lagi sendiri waktunya mengenal Allah.
Jomblo   : Kalo berdua?
Sholih     : Waktunya mengenali Allah bersama pasangan. Kan sudah halal. Boleh dong, hehe....
Jomblo   : Bisa aja jawabnya. Subhanallah, indahnya membangun istana cinta di dalam rumah tangga bersama Allah.
Sholih     : Yang penting cinta Allah, setelah itu barulah mencintai karena Allah, segera deh nikah biar sah di mata Allah!
Jomblo   : Hehehe, iya nih jadi kepengen nikah juga! ;-)


Tafakur Of Love – Nafies El-Ghaazy



Hai Maryam, taatlah kepada Tuhamu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang ruku’.(QS. Ali Imran[3]: 43)

Ada hikmah dari sebuah kisah Maryam binta Imran as., yang dapat dipetik oleh anak-anak tanggung zaman sekarang yang sibuk dengan petualangan  cintanya sehingga banyak di antara mereka yang terdiam dalam kegalauan serta ada juga di antara mereka yang terus berjalan dalam kesesatan.

Mengekspresikan cinta dengan cara yang keliru dan mempersembahkan kepada yang salah hanya akan menimbulkan masalah dan musibah dalam hidup. Terkadang bukan hanya dirinya yang menjadi korban, tetapi agama dan orangtuanya juga menjadi korban atas ungkapan cintanya yang keliru. Banyak di antara mereka yang jauh dari agama bahkan ada yang sampai berani meninggalkan agamanya demi segenggam kata cinta, durhaka kepada orangtuanya karena orangtuanya bukan utama dalam hidupnya setelah Allah dan Rasul-Nya. Orangtuanya bukan apa-apa dah siapa-siapa bila dibanding dengan doi­-nya. Na’udzubillahi min dzalik...

Tanpa pasangan dalam kesendirian dan kesepian yang melebur menjadi satu atau lebih dikenal istilah keren anak-anak remaja zaman sekarang adalah jomblo bukanlah sebuah kebanggaan. Jomblo di zaman modern saat ini adalah sebuah kenistaan dalam persepsi mereka yang telah dicemari gaya hidup budaya Barat. Padahal kisah Maryam adalah sebuah kisah cinta yang menyentuh hati bagi orang-orang beriman. Betapa besar cintanya kepada Allah sehingga rela menghabiskan hidupnya bersama Tuhannya di setiap waktu.

“Tak pernah gelisah dalam kesendiriannya, yang penting Allah berkenan dengan dirinya. Tak merasa resah dalam kesepiannya, asal ada Allah selalu dalam hidupnya.”
Ini yang tak melekat pada pada prinsip hidup remaja zaman sekarang. Seandainya mereka tahu, betapa besar Allah membalas cinta Maryam yang tulus dengan limpahan rahmat dan ampunanNya. Padahal rahmat serta ampunan-Nya inilah yang selalu diburu oleh hamba-hamba Allah yang beriman.
Selain dijamin rezeki yang berlimpah ruah dari Allah di kala dirinya dalam kesendirian dan kesepian, Maryam juga mendapat tempat yang terpuji di sisi Allah dan telah mendapat predikat sebagai pemimpin wanita penghuni surga. Maka patutlah gelar kepemimpinan dan kemuliaan bersemayam dalam kepribadian Maryam binti Imran as.

 “Fatimah adalah pemimpin wanita penghuni surga apabila tidak ada Maryam binti Imran.(HR. Imam Ahmad, Abu Ya’la, Ibnu Hibban, Hakim, dan Thabrani)

Kisah yang benar-benar menginspirasi para jomblo untuk tetap teguh di jalan Allah. Meski banyak batu kerikil dan liku-liku, namun harus tetap mantap berprinsip untuk tidak terkontaminasi oleh udara-udara tidak bersih yang sering mengotori pergaulan anak-anak remaja zaman sekarang. Selamat menikmati suguhan kisah yang begitu mengilhami kehidupan cinta para remaja dalam kisah keluguan cinta Maryam binti Imran as., kepada Rabb-nya.

Tafakur Of Love – Nafies El-Ghaazy